Menu
Sekedar Info Saja

Viral Video Pria Bantai Kucing dengan Kapak, Ngaku Makan Daging Kucing untuk Obat Darah Tinggi

  • Bagikan

Seorang pria berinisial BSP (62) nekat membantai kucing untuk obat darah tinggi.Padahal daging kucing bukanlah obat darah tinggi dan hanya akan menambah penyakit lain.

BSP pun diringkus Jajaran Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.

Ia memenggal kapala kucing dengan kapak di depan gerai ritel modern di Batuampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (17/2/2021).

Video BSP memenggal kepala kucing itu viral di media sosial.

Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto mengatakan, penangkapan BSP berawal dari video yang sedang viral.

Dia kemudian memerintahkan personelnya untuk melakukan penyelidikan dengan menginterograsi sejumlah saksi yang ada di lapangan.

“Dari sanalah kami berhasil mengamankan pelaku di kediamannya,” kata Arie melalui telepon, Kamis (18/2/2021).

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal terhadap inisial BSP, kucing yang dibunuh dengan cara sadis tersebut bukanlah sekadar iseng, melainkan untuk dikonsumsi sendiri.

Sebab, BSP berkeyakinan bahwa mengonsumsi daging kucing bisa menurunkan penyakit darah tinggi yang dialaminya.

“Pelaku membunuh kucing tersebut untuk dikonsumsi,” terang Arie.

Menurut pengakuan BSP, dia mengonsumsi daging kucing dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1996, kemudian berhenti akibat tekanan darah menurun hingga mengakibatkan pelaku pingsan.

Pada tanggal 14 Februari 2021, pelaku merasakan pusing, kemudian memeriksakan diri ke Apotek Agung Aljabar di Bengkong, dari sana diketahui tekanan darah pelaku adalah 135/85.

“Dari itulah pelaku yang kembali merasakan sakit akhirnya memutuskan kembali untuk mengonsumsi daging kucing,” ujar Arie.

Tidak saja mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti satu unit sepeda motor Honda Kharisma BP 3070 DC, satu buah kapak, satu buah jaket, dan sebuah helm Honda berwarna hitam.

“Pelaku juga saat ini masih menjalani pemeriksaan insentif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Arie. (Kompas.com/Hadi Maulana)

  • Bagikan