Menu
Sekedar Info Saja

Suami Benamkan Kepala Istri di Ember Setelah Minta Dibelikan Sepatu

  • Bagikan

BATAM – Seorang suami nekat bunuh istri.Pembunuhan itu berawal saat pelaku minta dibelikan sepatu hingga berujung cekcok.Pelaku lalu mencekik korban dan membenamkan sang istri di sebuah ember.

Warga Kaveling Pandawa Mandiri, Kelurahan Sei Binti, Kecamatan Sagulung, Batam, seketika heboh.

Pasalnya Tim Identifikasi Polresta Barelang dan Polsek Sagulung tiba-tiba datang ke sebuah rumah di Blok F No. 187 RT02/RW16 di kawasan itu, Selasa (2/2/2021) sore.

Dari dalam rumah, polisi menemukan seorang perempuan tergeletak tak berdaya, dalam kondisi meninggal dunia di ruang tamu rumahnya.

Perempuan itu diketahui bernama Vita.

Dari informasi, tidak ada warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut.

Warga baru mengetahui ada pembunuhan setelah Tim Identifikasi Polresta Barelang tiba di lokasi kejadian.

“Kita tahunya setelah polisi datang. Infonya pelaku suami korban bernama Supriadi sudah menyerahkan diri,” ujar Ketua RT02/RW16, Yeni di lokasi kejadian.

Menurut tetangga korban, dia masih melihat korban dan pelaku sarapan pagi bersama pada pukul 07.00 WIB, Selasa.

Kemudian sekitar pukul 10.30 WIB, keponakan korban mendatangi kediamannya.

“Korban ini menjaga keponakan. Pas keponakannya ke rumah saya, kami tanya mana mana bibi. Katanya lagi tidur,” ucapnya.

Yeni melanjutkan, korban dan pelaku baru dua tahun tinggal di Kaveling Pandawa Mandiri dan belum dikaruniai seorang anak.

Hingga saat ini belum diketahui pasti apa motif pembunuhan itu.

Hanya saja, suami korban, Supriadi sudah menyerahkan diri ke Polresta Barelang.

“Korban akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri guna pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku sudah menyerahkan diri ke Polresta Barelang.

Dugaan motif karena ekonomi,” kata Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Juwita Oktaviani di lokasi kejadian.

Mengaku emosi

Pembunuhan sadis dilakukan oleh seorang suami kepada istrinya di Kavling Pandawa Mandiri Blok F No 187 Sagulung Baru, Kota Batam.

Pelaku pembunuhan bernama Supriadi (32) sedangkan istrinya bernama Nurvita Sari (26).

Pelaku nekat menghabisi nyawa istrinya dengan kedua tangannya sendiri karena korban mengambil kembali uang yang diambil oleh pelaku dari dalam lemari.

Usai melakukan pembunuhan sadis kepada istrinya, Selasa (2/2/2021) Supriadi akhirnya menyerahkan diri ke Kantor Polisi karena merasa bersalah dan sangat menyesal dengan perbuatannya tersebut.

Supriadi yang ditemui di Polresta Barelang mengatakan, awalnya kejadian ini karena dirinya emosi melihat istrinya tersebut.

Terlebih belakangan ini, pasangan suami istri tersebut terus berbeda pendapat dan sering terjadi cekcok dirumah itu.

Sebelum melakukan pembunuhan, pelaku ingin meminta dibelikan sebuh sepatu oleh istrinya.

Supriadi yang belakangan ini tidak bekerja merasa senang awalnya ketika memberikan kabar kepada sang istri kalau dia diterima kerja untuk menjadi pengawas sebuah proyek.

Rencananya, untuk bekerja ia harus membeli sepatu lantara sepatunya sudah jelek dan tidak layak pakai untuk bekerja.

Di sana Supriadi mencoba meminta uang kepada Istrinya agar dibelikan sepatu baru untuk kebutuhan bekerja.

“Saya mau kerja jadi pengawas, dimasukan teman bekerja. Jadi minta dibelikan sepatu,” sebut Supriadi.

Sang istri kemudian menolak permintaan suaminya tersebut dengan alasan tidak ada duit.

Jangankan untuk membeli sepatu baru, untuk makan sehari-hari saja ia harus menghemat pengeluaran.

Marah tidak dibelikan sepatu, Supriadi kemudian masuk kedalam kamar dan mencari uang di dalam lemari baju.

Disana ia marah dan mulai mengeluarkan makian kepada istrinya. Hingga ia mengatakan kalau istrinya tersebut pelit.

“Ini duit apa, emang kau pelit. Besok aku kerja makanya beli sepatu,” sebut Supriadi.

Sari yang tidak terima dengan cacian tersebut membantah omongan suaminya.

Akhirnya mereka terlibat adu mulut.

“Ini kan uang bersama, saya pakai untuk beli sepatu dulu,” sebut Supriadi lagi.

Langsung istrinya menjawab ocehan suaminya “Sepatu mu itu masih bagus, masih bisa digunakan,” celotehnya sambil merebut uang dari tangan suaminya itu.

Pelaku yang marah karena uangnya diambil akhirnya gelap mata. Terlebih setiap omongannya selalu dijawab sang istri.

Iapun mencekik leher istrinya dengan sekuat tenaga hingga istrinya lemas tidak berdaya.

Sempat terjadi perlawanan saat itu, namun karena sang istri kalah kuat, akhirnya istrinya tidak bisa melawan suami yang seolah kemasukan setan.

Karena tidak bisa bernafas lagi, korban terjatuh dan pingsan.

Namun ketika itu menurut pengakuan Supriadi, korban masih bernyawa.

Karena masih mendengar dengkuran dari mulut istrinya.

“Nafasnya masih ada, saya masih mendengar seperti orang ngorok,” lanjutnya.

Emosi Supriadi masih memuncak saat itu, karena istrinya masih bernyawa dirinya menyeret istrinya ke bagian dapur.

Dia disana melihat sebuah ember yang berisi air sirih untuk pengobatan sang istri.

Disana ia membenamkan kepala sang istri hingga korban benar-benar tidak bernyawa.

“Usai membunuh istri saya, kemudian saya telepone ayuk saya di kampung, saya bilang sedang ribut dengan istri,” sambungnya.

Namun sayang, penyesalan datang belakangan. Pelaku akhirnya menyerahkan diri ke Polresta Barelang dan mengakui perbuatannya tersebut kepada petugas Jaga disana.

  • Bagikan