Menu
Sekedar Info Saja

Pengemudi Fortuner Emosi Acungkan Pistol Usai Nabrak Motor di Duren Sawit: Bukan Salah Gue!

  • Bagikan

Viral video di media sosial memperlihatkan aksi pengemudi mengacungkan pistol setelah terlibat kecelakaan dengan sepeda motor.

Pengemudi mobil Toyota Fortuner dengan nomor plat B 1673 SJV ini terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Honda Vario AD 2471 ASF pada Jumat dini hari (2/4).

Saat itu, pengemudi Fortuner melaju dari arah Pondok Kopi ke arah Jatinegara.

Kemudian, motor Vario melaju dari arah Jembatan Kelurahan 4 melaju ke arah Jalan Baladewa, Duren Sawit.

Terlihat pengemudi Fortuner mengenakan kaca mata, berkaus hitam dan jam tangan berwarna silver.

Ketika itu ia terlibat kecelakaan lalu lintas dengan pengemudi motor yang ditunggangi dua orang perempuan.

Dilansir dari akun Instagam Merekam Jakarta pada Jumat (2/4), saksi mata di lokasi, Joni menuturkan jika pengemudi mobil itu diduga di bawah pengaruh alkohol hingga menabrak pengemudi motor.

“Pengendara mobil Fortuner diduga di bawah pengaruh alkohol hingga menabrak pengemudi motor, dua orang perempuan yang berboncengan. Saat itu, motor dari arah Jembatan Kelurahan 4 sedang lampu hijau,” tegas Joni.

Dikatakan Joni, pengemudi motor yang jatuh itu ditolong pengemudi lain dan warga.

Saat itu pula, pengemudi Fortuner marah-marah.

“Mobil Fortuner itu tidak kabur dan justru malah menantang warga. Dia merasa tidak terima setelah nabrak,” ujar Joni.

Pengendara Fortuner lantas berbicara dengan nada tinggi kepada sejumlah pengemudi motor dan warga.

Beberapa waktu kemudian, pengemudi Fortuner mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkan ke arah orang yang membantu pengemudi motor.

“Pengendara Fortuner mengaku tinggal di Permata Hijau. Dia bilang sendiri. Saya juga agak kaget melihat sang pemilik Fortuner mengeluarkan pistolnya,” aku Joni.

Pengendara Fortuner terlihat sendirian mengendarai mobil. Ia kemudian langsung pergi setelah mengeluarkan dan menodongkan pistol.

“Jalan ya, gue jalan aja ya. Bukan salah gue,” teriak pengemudi Fortuner.

“Yaudah jalan aja, jalan aja. Urus sendiri nanti ke polisi,” ucap warga.

Kasus Lainnya: Pengemudi Lamborghini Todongkan Pistol ke Pelajar

Seorang pengemudi Lamborghini berinisial AM berurusan dengan polisi usai menodongkan senjata api terhadap dua pelajar di Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (21/12/2019) lalu.

Aksi arogannya terhadap dua pelajar itu berawal ketika dia melintas di kawasan Kemang dengan mengendarai mobil mewahnya.

Kala itu, dia mengendarai sebuah mobil Lamborghini tipe Gallardo berwarna oranye.

Mobil mewah milik AM ternyata menarik perhatian dua pelajar yang tengah berjalan kaki di kawasan Kemang.

Kedua pelajar itu pun berteriak dengan melontarkan kalimat “Wah, mobil bos nih!”.

Ucapan kedua pelajar itu terdengar oleh AM.

Dia pun turun dari mobil sembari mengeluarkan kata-kata tak sopan kepada kedua pelajar itu.

Respons arogan AM membuat kedua pelajar itu melarikan diri.

Namun, AM belum merasa puas.

Dia pun memaksa kedua pelajar itu untuk berhenti sambil menodongkan sebuah senjata api kaliber 32.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, AM bahkan nekat melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali guna memberhetikan kedua pelajar yang melarikan diri itu.

“Dia menyuruh memberhentikan kedua orang (pelajar) tersebut, tapi tidak mau, yang keluar adalah senjata yang diletupkan ke atas. Itu satu kali (tembakan). Kemudian, AM mengejar (kedua pelajar), lalu diletupkan lagi satu kali (tembakan),” ungkap Yusri di Polres Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019).

“(Kedua pelajar) disuruh jongkok, tapi yang bersangkutan tidak mau, lalu diletupkan lagi satu kali (tembakan). Jadi tiga kali letupan (tembakan),” lanjutnya.

Kedua pelajar tersebut merasa tak terima dengan sikap arogan AM.

Keduanya kemudian melaporkan tindakan arogan AM ke Polres Jakarta Selatan.

Tak butuh waktu lama, polisi lalu menangkap AM di kediamannya pada Senin (23/12/2019).

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan 9 buah peluru aktif.

Saat ini, AM telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan.

Atas perbuatannya, AM dijerat Pasal 335 dan 336 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

  • Bagikan