Menu
Sekedar Info Saja

Pengakuan Agus, Pria yang Babak Belur Dimassa Saat Curi 4 Botol Minyak Kayu Putih

  • Bagikan

BANYUASIN– Agus Rahmat mencuri 4 botol minyak kayu putih di toko Alfamart Pulau Harapan Sembawa Banyuasin, Jumat (5/2/2021) lalu. Nekat, lantaran perutnya lapar.

Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi SIk MH melalui Kapolsek Pangkalan Balai AKP Yudhi Cahyono SIk didampingi Kanit Reskrim Ipda Asirwan SH menjelaskan,

setelah pihak penyidik Polsek Pangkalan Balai menerima serahan dari warga terkait perkara pencurian 4 botol minyak kayu putih yang terjadi di Alfamart Pulau Harapan.

Kini pelakunya di pulangkan, setelah dilakukan proses penyidikan. Didukung oleh adanya pertimbangan dari pihak manajemen Alfamart terkait pelaku pencarian.

“Berdasarkan pengakuan tersangka dihadapan penyidik,  mengakui dirinya nekat mencuri minyak kayu putih karena lapar. Minyak itu, rencananya akan di tukar dengan nasi,” kata AKP Yudhi juga berharap kasus ini bisa selesai dengan baik.

Pelaku ini juga, ternyata tidak memiliki keluarga, orang tua, kakak, adik maupun saudara lainnya. Demikian untuk tempat tinggal juga tidak punya.

“Pelaku ini tidak ada rumah, dia Agus biasanya tinggal dipinggiran tempat tambal ban, di rumah makan Palapa, dan Pancuran Gadang,” tutur Kapolsek.

Ditambahkan oleh Kanit Reskrim Ipda Asirwan SH, tersangka juga tidak memiliki identitas, KTP.

Ketika ditanya oleh Kanit, mengapa Agus maling, dijawab oleh Agus, karena lapar.

“Agus ini ngambil 4 botol minyak kayu putih rencananya untuk beli nasi,” tutur Ipda Asirwan seraya menyebutkan, Agus saat berada di Polsek Pangkalan Balai, sempat menyantap nasi bungkus Belian penyidik

Dijelaskan Kanit, Minggu (7/2/2021) hari ini, Agus dipulangkan di tempat biasa dia tinggal.

“Setelah ada surat pernyataan dari pihak manajemen Alfamart, yang tidak menuntut pelaku pencurian. Maka , Agus dibebaskan,” jelas Asirwan.

Dalam kasus ini pihak Polsek berkoordinasi sama manajemen Alfamart, apakah perkara ini mau dilanjutkan atau tidak. Di jawab perwakilan manajemen, tidak dilanjutkan, hanya minta 4 botol minyak kayu putih dikembalikan.

“Manajemen Alfamart tidak menuntut dan berdasarkan surat pernyataan,” ungkap Asirwan jadi bukan kami yang membebaskan.

Terpisah, Yunita Kepala Toko Alfamart Pulau Harapan membenarkan, bahwa pihak manajemen Alfamart tidak menuntut pelaku.

Karena tidak ada yang dirugikan. Apalagi barangnya sudah dikembalikan.

“Yang melapor itu warga, lagi pula tidak ada yang dirugikan. Barangnya sudah dikembalikan,” singkat Yunita ketika dihuni melalui telpon.

Untuk diketahui, berita ini sempat viral di unggahan di media sosial mengenai pelaku pencurian minyak kayu putih di Alfamart babak belur, digebuki warga.

Netizen Simpati Pada Agus

Sempat viral unggahan di Media Sosial (Medsos) mengenai diduga pelaku pencurian minyak kayu putih di minimarket babak-belur.

Lantaran dikeroyok massa, Jumat (5/2/2021).

Informasi di dapat diawali unggahan yang di posting Akun Facebook Mimin Banyuasin tertulis caption “Maling minyak kayu putih di Alfamart Pulau Harapan Kecamatan Sembawa Banyuasin hari ini Keno tangkap warga, babak belur. kasian dan kesal.”

Dari foto yang di posting tampak seorang laki-laki babak belur dengan tangan terikat usai di massa warga, dan tampak 4 botol minyak kayu putih yang diduga hasil curiannya.

Unggahan tersebut mengundang banyak simpati warga Medsos yang merasa kasihan melihat maling itu, lantaran menganggap tak seharusnya seorang pencuri minyak kayu putih dikeroyok sampai babak belur.

“Ya ampun, cuma karena maling minyak kayu putih, sampai dihajar, harusnya ditanya dalu, jgn main hakim sendiri, kecuali dio maling duit biso jadilah,” tulis akun Tia Bundanya Jordan.

“Yang gebuki tuh lebih dari maling, kesempatan dio nian sok hebat depan orang banyak. Apo kabar yg maling duit negara? dispesialkan malahan, mirisnya negerikuu,” tulis akun FAA

Hal senada dikatakan akun Aak Edii Sptr yang menganggap, tak pantas jika maling kecil-kecilan harus dihajar sampai babak belur.

“Apa kabar dengan pemerintah yang korupsi uang rakyat, saya rasa ini tidak adil,” katanya.

Selain itu, ada juga warga Medsos yang menganggap, apapun alasannya yang namanya maling harus tetap diberi pelajaran.

” nah mamang iko bengor galo kau, galak igo nak maling, cubo mencari lokak laen bae dari pado maling, apo boleh buat mang aku cuma pacak nyingok bae,” tulisnya.

  • Bagikan