Menu
Sekedar Info Saja

Pembeli Cabai Rawit Dicat Banyuwangi Menolak Ditawari Ganti Rugi, Ini Penjelasannya

  • Bagikan

Banyuwangi – Dampak viral di medsos, pembeli cabai rawit dicat sempat ditawari ganti rugi oleh penjual sayur keliling (Mlijo). Suryati (73) mengaku sempat ditawari ganti rugi senilai Rp 11 ribu, yakni sesuai harga beli 1 ons cabai rawit.

“Besoknya sempat mau dikembalikan senilai uang beli cabai. Cabai (Cabai dicat) yang sudah terlanjur dibeli suruh dibuang saja,” kata Suryati kepada detikcom, Senin (22/3/2021).

Namun nenek warga Dusun Sidoagung, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo tersebut menolak. Menurutnya, peristiwa tersebut cukup untuk dijadikan sebagai pembelajaran saja. Agar setiap masyarakat waspada saat mengkonsumsi apapun.

“Cuman kehilangan Rp 11 ribu saja saya beneran tidak apa-apa. Saya kan beli dan uang itu rezekinya yang menjual. Saya tidak ada penyesalan. Yang penting semua selamat, tidak sampai memakan,” kata Suryati.

Ditambahkan oleh Novi Hanifah (29) salah satu keluarga dari Suryati, cabai yang dicat tersebut saat dimasak berbau menyengat.

Bau menyengat ini keluar saat cabai sedang ditumis dengan minyak goreng panas. Semakin diaduk, cabai tersebut luntur. Seperti mengeluarkan cairan berwarna oranye.

“Baunya menyengat. Semacam bau-bau cat baru dibuka. Warnanya kan agak kemerahan cabainya, setelah luntur jadi agak-agak putih,” sambung Novi.

Dari pengelihatan Novi, cabai tersebut secara kasat mata tidak tampak jika sudah dicat. Namun, kecurigaan Novi muncul saay melihat warnanya yang sangat cantik. Secara tekstur, cabai tersebut berwarna cerah dan mengkilap.

“Cabainya gemuk-gemuk. Warnanya itu merah cerah dan mengkilap. Ada batangnya juga masih hijau-hijau. Cuman nggak kelihatan kalau ini dicat,” kata Novi.

Sebelumnya, video viral tentang cabai rawit yang diduga dicat. Dalam video itu digambarkan cabai yang sedang ditumis mengeluarkan cairan warna oranye kemerahan. Semakin lama, cairan itu terlihat semakin mengental.Pembuat video juga berkomentar tentang kondisi cabai rawit tersebut sambil mengaduk-aduk cabai yang ditumis

“Lombok iso dicet lho. deloken to. ati-ati tenan dulur-dukur kabeh konco2 kabeh lek ngumbah sing tenana. Deloken iki lho cet iki lho. cat oren warna lombok iki lho (Lombok bisa dicat lho. Lihatlah. Hati-hati saudara-saudata semua, teman-teman semua. Kalau mencuci yang bersih. Lihatlah ini kan cat. Cat warna Oren Lombok),” ujar pria dalam video tersebut.

Seperti diketahui saat ini harga cabe rawit di pasaran memang sedang melambung tinggi. Harganya sempat menyentuh angka Rp 110 ribu/kg.

  • Bagikan