Menu
Sekedar Info Saja

Modus Penangkapan, Polisi Gadungan Peras Perempuan ‘Open BO’

  • Bagikan

Jakarta, Seorang pria berinisial AS memeras pekerja seks komersial (PSK) berbasis online dengan modus mengaku sebagai polisi dengan pangkat Kompol.

Dalam menjalankan aksinya, AS turut berpakaian lengkap seperti polisi hingga memiliki kartu anggota dan mengaku berdinas di Polda Metro Jaya.

“Lakukan pemerasan sasarannya adalah para wanita dan juga germo yang di masuk ke media sosial, namanya michat,” tutur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (17/3).

Dalam menjalankan aksinya, AS akan lebih dulu mencari korbannya yang merupakan perempuan yang membuka pesanan prostitusi daring lewat aplikasi Michat. Setelah menemukan target, AS menghubungi korban dan meminta untuk bertemu.AS sendiri dipastikan bukan anggota Polri. Ia diketahui membeli seragam polisi dari sebuah toko pakaian di daerah Senen. Sedangkan untuk kartu anggota, dibuat oleh AS secara online.

Di hotel yang jadi lokasi pertemuan, AS datang dengan mengenakan pakaian seragam polisi lengkap. Ia pun melakukan penangkapan terhadap korban. Biasanya, AS akan berdalih sedang melakukan sedang penindakan terkait kasus prostitusi daring.

“Modusnya ini memesan seorang wanita melalui media online untuk BO (booking online). Nanti saat janjian di satu kamar yang bersangkutan akan datang ke sana dengan pakaian dinas lalu menangkap wanita maupun germonya,” ucap Yusri.

Dalam aksinya, AS turut dibantu dua tersangka lainnya yakni ST dan KS. Keduanya berperan sebagai sopir sekaligus membantu melakukan pemerasan.

Namun, AS ternyata tak selalu sukses merampas uang milik korbannya. Dalam dua aksinya, AS hanya berhasil membawa kabur ponsel milik korban.

Polisi kemudian menelusuri kasus polisi gadungan pemeras ini. Penangkapan pun dilakukan. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 368 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal sembilan tahun penjara.

  • Bagikan