Menu
Sekedar Info Saja

Lihat Suami dan Anaknya Bersetubuh di Depan Matanya, Wanita Ini Berteriak Histeri dan Pukul Keduanya

  • Bagikan

Seorang pria berinisial K harus berurusan dengan pihak kepolisian dari Kepolisian Sektor (Polsek) Lubuk Baja, Kota Batam lantaran telah bersetubuh dengan anak tirinya sendiri.

Bahkan aksi bejat pria berumur 54 tahun itu dilihat langsung di depan mata istrinya.

Sedangkan kejadian terjadi pada tahun 2016 silam dan mulai terbongkar saat istri dari K memberanikan diri untuk melapor ke polisi.

Kronologi

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Aris Baltasar Nasution. kepada awak media menceritakan kronologi kejadian kasus asusila tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2016 silam, berawal dari nafsu syahwat K melihat tubuh sang anak saat bermain di kamar bersama temannya.

Saat itu, kedua remaja ini didatangi oleh pelaku.

Awalnya pelaku mengusir teman anak tirinya tersebut dan melakukan persetubuhan alias hubungan terlarang antara anak dan ayah tiri.

“Dia mulai melakukan perbuatan itu awalnya kepada sang anak,” ujar Aris.

Menurut Haris, saat terjadi hubungan terlarang tersebut, ternyata diketahui oleh istri dari K.

Disana istrinya naik pitam, dia berteriak histeris, mengetahui cinta terlarang ayah dengan anak tiri.

Bagaimana tidak, dua orang yang mereka cintai melakukan hubungan terlarang didepan matanya.

Padahal hari itu dirinya baru saja pulang dari berjualan di pasar.

“Bininya melihat langsung suami dengan anak tirinya ini saat berhubungan badan,” sebut Hari lagi.

Sang Istri Berteriak

Ketika berteriak histeris, kedua orang ini gelagapan, mereka langsung mengemasi pakaian dan bangkit dari ranjang.

Namun Emosi sang istri tidak bisa diredam lagi, ia memukul suami dan anaknya dengan tangan dan benda yang dilihatnya di kamar itu.

Hatinya seolah tercabik-cabik melihat kelakuan kedua orang ini.

Bahkan letihnya sepulang kerja seolah hilang karena terlarut emosi.

Beberapa kali cacian keluar dari mulut sang istri kepada anak dan suaminya, sembari memukul dia tidak henti menangis hingga emosinya reda.

Namun mereka sepakat tidak melaporkan kejadian itu karena merupakan aib keluarga dan dirinya bisa menyelesaikannya.

 

“Kejadian itu sekitar 2016, dirinya tidak mau melapor karena takut melapor. Dia juga diancam oleh suaminya,” lanjut Haris.

Mulai dari peristiwa itu, ia meminta anaknya yang berumur 14 tahun itu pergi dari rumah dan kos di luaran sana.

Ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi dikemudian hari.

K yang ditemui Tribunbatam.id, Senin (1/2/2021) di Polsek Lubuk Baja mengatakan kalau dirinya sudah meniduri sang anak tiri dan temannya tersebut.

Namun pria tua ini tidak mau banyak bicara, dia hanya mengatakan kalau dirinya salah dan siap di hukum oleh Polisi.

Berbeda omongannya dengan Polisi, pelaku menceritakan bagaimana kronologis dirinya bisa melakukan perbuatan bejat tersebut.

“Ia pak saya salah, saya akan bertanggung jawab, saya pasrah diapakan saja, saya rela walupun ditembak mati,” ucapnya menceracau sambil menyapu air matanya.

  • Bagikan