Menu
Sekedar Info Saja

Kisah Mak Erot, Pasien Pertama Adalah Prajurit Jepang

  • Bagikan

Beberapa waktu lalu, mantan Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto menyebut wisata kebugaran seperti pijat tradisional bisa jadi keunikan untuk turis, seperti Mak Erot yang dikenal dengan pijat kejantanan.

Seperti diketahui, Mak Erot telah meninggal di rumahnya di Gunung Pasir Baru, Kampung Cigadog, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Siapa sebenarnya Mak Erot? berikut penuturan cucunya, Saepuloh yang praktek di Jalan Purbaya, kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Dijelaskannya, Mak Erot telah melakukan praktek pengobatan alat vital sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1940-an. Untuk mendapat ilmu pengobatan itu, Mak Erot harus berpuasa selama 40 hari.

“Saat itu Mak bermimpi didatangi oleh pria yang mengenakan baju serba putih. Pria itu mengatakan kepada Mak bahwa ilmu yang ia berikan untuk bekal dirinya dan seluruh keturunannya. Ilmu tersebut harus digunakan untuk menolong orang,” jelas Saepuloh.

Tak lama kemudian, seorang serdadu Jepang datang ke rumah Mak Erot. Prajurit itu meminta diobati karena menderita gangguan disfungsi ereksi. Penyakit tentara Jepang itu dapat disembuhkan. Setelah itu nama Mak Erot menjadi terkenal sampai sekarang.

Menurutnya ada tiga jenis ramuan yang ia berikan kepada pasien, yaitu oles, minum, dan makan. Untuk olesan bahan bakunya berasal dari binatang, sementara ramuan yang diminum dan dimakan semuanya berasal dari tanaman.

Ramuan tersebut itu termasuk rahasia dapur, maka ia tidak mau menyebutkan jenis-jenis tanaman yang menjadi bahan bakunya. Dikatakannya bahwa semua jenis tanaman yang dipergunakan sebagai ramuan tumbuh liar di sekitar kampung.

“Tidak boleh sengaja ditanam di pekarangan. Karena khasiatnya akan berkurang,” ucapnya.

Menurutnya, sampai sekarang masih banyak pasien yang minta diobati. “Memperpanjang kemaluan hingga 18 cm paling diminati, sedangkan jika minta lebih dari 20 cm maka pasien harus membuat surat perjanjian,”akunya.

Ia menceritakan, sebelum meninggal dunia neneknya meminta seluruh keluarga besarnya berkumpul dan berwasiat agar anak cucunya meneruskan pengobatan terapinya. Selain itu juga berpesan agar setiap rezeki yang diperoleh sebagian disumbangkan ke masjid dan pesantren.

Sebelum meninggal, keluarganya mendapat mimpi , Mak Erot dibawa pergi oleh sekelompok orang berbaju serba putih. Tak ada yang bisa menghalangi Mak Erot pergi bersama kelompok tersebut.

Beberapa waktu kemudian terbukti, Mak Erot meninggal meski sempat dirawat di RS Palabuhanratu selama seminggu.

“Tujuh hari kemudian mengembuskan napas terakhir,” ucapnya.

Kini anak cucu Mak Etot yang meneruskan pengobatan kejantanan itu.

“Emak sudah meninggal dunia. Terapi pengobatan tetap kami jalankan, kami sudah menerima warisan ilmu pengobatan tersebut dari Mak Erot,” tandasnya.

  • Bagikan