Menu
Sekedar Info Saja

Gelagat 3 Kuli Sebelum Preteli Ubin hingga Kusen di Rumah Mewah Kedoya, Satpam: Kirain Mau Renovasi

  • Bagikan

Seorang satpam komplek perumahan mewah yang habis dipreteli memberikan pengakuan mengejutkan.

Seperti diketahui, viral di media sosial, sebuah rumah mewah kawasan Kedoya, Kebon Jeruk Jakarta Barat semua perabotannya habis dipreteli.

Tak hanya peralatan elektronik saja yang diambil, tapi hingga keramik, kusen sampai genteng juga ikut dipreteli habis oleh 3 orang kuli.

Rumah mewah tersebut berada di Jalan Kedoya Alkamal Blok A15 / 27 RT 04/04 Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk milik RH (53).

Kondisi ini berbeda drastis dengan keadaan sebelumnya yang juga diunggah di beberapa akun media sosial.

Sebelum dipreteli oleh 3 pelaku, rumah mewah tersebut begitu rapih dan indah dengan berbagai macam perabotan yang ada di sana.

Salah satu yang terlihat dalam foto viral itu yakni adanya lampu kristal di dalam rumah bertingkat itu.

Rumah itu merupakan peninggalan orangtuanya dan dalam keadaan kosong.

Saat kejadian, rumah tersebut modus sedang disewakan oleh terduga pelaku.

“Korban adalah pemilik rumah ditempat kejadian, yang merupakan peninggalan orang tuanya, dan saat ini dalam keadaan kosong tanpa penghuni,” kata Kompol R Manurung, dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJakarta.

Selama ini RH sendiri tinggal di rumah pribadinya di kawasan Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Adanya pembongkaran rumah yang ternyata dilakukan para pencuri itu baru diketahui pada Sabtu (20/3/2021).

Saat itu, kerabat RH memeriksa rumahnya yang kosong di Kedoya Selatan, tapi mendapati sebuah truk terparkir di depannya.

Bahkan di rumah mewah RH juga adanya aktivitas bongkar-bongkar rumah, seperti memindahkan material bangunan isi rumah mulai dari marmer, kusen, dan genteng.

Alhasil, kerabat RH pun bertanya kepada para pekerja yang sedang membongkar material di rumah itu.

Para kuli bangunan tersebut mengaku hanya disuruh oleh bosnya untuk membongkar material rumah tersebut.

Ternyata, keberadaan aktivitas pembongkaran rumah mewah tersebut sudah diketahui oleh petugas keamanan komplek.

Pengakuan satpam dan warga soal gelagat para kuli

Berdasarkan keterangan satpam setempat, berinisial I (38), mengatakan pernah ada orang masuk ke dalam rumah tersebut pada sekira 14 hari lalu.

“Saya melihat orangnya kerja, seperti orang proyek kayak mau renovasi rumah,” kata I, saat ditemui di lokasi, sore ini.

“Tahu-tahunya mereka ada enam orang, itu seisi rumah dibongkar semua. Saya kira mau bongkar jendela atau ganti apa, tak tahunya dipretelin,” lanjut I.

I pun menduga enam orang tersebut merupakan perampok.

“Saya pikir begitu, ya. Soalnya dia membawa mobil bak,” tutup I.

Iwan, salah seorang warga juga menyatakan pembongkaran rumah mewah tetsebut telah berjalan dua minggu.

Namun, dia sama sekali tak curiga.

Dia mengira kegiatan tersebut karena rumah itu sedang dalam renovasi.

“Sekitar dua minggu-an (pembongkaran rumah),” kata Iwan, sekuriti dari rumah yang bersebelahan dengan rumah korban, ketika ditemui, Senin (22/3/2021).

Iwan tak menyangka bahwa pembongkaran tersebut merupakan kedok dari pencurian rumah.

Ia mengira pemilik rumah sedang melakukan renovasi.

“Kayak orang kerja proyek gitu biasa, nggak mencurigakan gitu,” sambung Iwan.

Sementara seorang warga lain yang tak ingin disebutkan identitasnya mengaku kerap melihat seorang penjaga datang ke rumah kosong tersebut.

Namun, sebulan terakhir, penjaga sudah tidak pernah datang.

“Biasanya datang, masuk ke dalam nyapu-nyapu, nabun (membakar sampah),” kata warga tersebut.

3 kuli ditangkap, ngaku dibayar Rp 125 ribu

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo menjelaskan bahwa saat ini sudah ada tiga kuli yang membogkar rumah mewah tersebut yang diamankan.

Pihaknya memeriksa para kuli untuk mengetahui siapa yang menyuruh mereka membongkar rumah tersebut.

“Modusnya mendapat order bongkaran rumah kosong. Jadu kusen, ubin, keramik dibongkar.

Tiga kuli sudah diamankan dan dua orang terduga yang menyuruh sedang dalam pencarian,” kata Ady saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021).

Sementara itu, orang yang mempekerjakan para kuli untuk membongkar rumah mewah itu juga telah diperiksa.

Para kuli bangunan tersebut mengaku hanya disuruh oleh bosnya untuk membongkar material rumah tersebut.

Tiga kuli yang ada disana mengaku mendapat upah Rp 125.000 perhari atas tenaganya membongkar material rumah.

Dari ketiga kuli yang diamankan, polisi kemudian memeriksa bos mereka berinisial S alias Nondol.

S mengaku dirinya mengerahkan anak buahnya untuk membongkar perabotan di rumah tersebut karena ditawari oleh saudara H dan dia telah menyepakati pembelian material itu seharga Rp 15 juta

Adapun H dan satu orang lain berinisial A juga tengah diburu polisi.

“S mengaku dirinya telah menerima penawaran penjualan atas kayu yang masih terpasang di rumah tersebut dari H dengan kesepakatan harga Rp 15 juta dan telah dibayar Rp 6 juta,” kata Manurung.

“Tapi dengan kesepakatan S untuk mengambil sendiri kayu yang ada ada di rumah korban,” lanjutnya.

Penampakan Rumah Mewah sebelum dipreteli

Rumah berpagar putih dan sangat luas ini tertempel spanduk ‘Dijual hubungi Sherina 085885841169’.

Rumah mewah tak berpenghuni ini berlokasi di Jalan Taman Kedoya Baru, Nomor A15/27 RT 03 RW 04, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Video viral ini awalnya diunggah oleh akun Instagram @mintulgemintul.

Ada dua video yang diunggah, slide pertama memperlihatkan rumah mewah beserta perabotan yang lengkap di dalamnya.

Sedangkan video kedua memperlihatkan keadaan rumah mewah tersebut setelah perabotan dibawa habis pencuri.

Mirisnya tak hanya perabotan, pencuri yang diduga penyewa rumah tersebut sampai membawa granit, kramik, kusen, hingga kaca.

“Rumah mewah kerampokan? Kerampokan granit, kusen, kaca, semua perabotan,” begitu tulisan di akun Instagram @mintulgemintul.

Dalam caption video tersebut, diduga pencuri yang melakukan aksi adalah seorang penyewa rumah tersebut.

“Modusnya menyewa rumah stlh disewa rumahnya malah diambilin isi rumahnya oleh penyewa kemudian dtinggal pergi, bahkan sampai keramik pun dicongkel,”

“Kejadiannya berada di Jakarta Barat yang terjadi pada hari Minggu kemarin,” sambungnya. (*)

  • Bagikan